Penggunaan transmisi matic pada mobil semakin marak dan jenisnya pun beragam mulai dari Automatic Transmission (AT), Continous Variable Transmission (CVT), Dual Clutch Transmission (DCT) sampai Automated Manual Transmission (AMT). Meskipun menggunakan teknologi yang berbeda namun keempat jenis transmisi tersebut memiliki cara kerja yang sama.
Karena memiliki cara kerja yang sama maka masalah yang dihadapi pun sama, yakni transmisi matic delay atau tidak responsif. Kondisi delay yang dimaksud adalah ketika tuas transmisi dipindahkan ke posisi D namun mobil tidak langsung bergerak atau diam di tempat. Dalam kondisi normal saat tuas transmisi mobil matic berada di posisi D, mobil akan otomatis bergerak maju secara perlahan
Penyebab Transmisi Matic Delay
Dilansir dari berbagai sumber, setidaknya ada 2 penyebab utama delay pada transmisi matic saat digunakan.
1. Oli Transmisi
Berbeda dengan transmisi manual, transmisi matic sangat bergantung pada tekanan yang dihasilkan oleh oli transmisi untuk menggerakan kopling. Saat tekanan yang dihasilkan kurang dari yang dibutuhkan, maka kopling tidak dapat merapat dengan sempurna akibatnya mobil tidak mau bergerak meski sudah dalam posisi drive (D). Ini bisa disebabkan oleh oli transmisi yang sudah berkurang atau saluran oli tersumbat kotoran.
Jika memang masalahnya bersumber dari saluran oli yang tersumbat kotoran maka solusinya adalah dengan melakukan flushing transmisi matic. Flushing berguna untuk merontokan sisa kotoran yang terbentuk dari endapan oli sebelumnya. Nantinya teknisi akan menambahkan cairan khusus sesaat sebelum sebelum membuang oli yang lama dan menggantikannya dengan oli yang baru.
2. Kampas Kopling Matic Aus
Kerusakan kampas kopling matic umumnya disebabkan karena usia pemakaian. Kampas kopling matic berfungsi untuk meneruskan putaran yang dihasilkan mesin menuju roda. Satu-satunya cara untuk memperbaikinya adalah dengan mengganti kampas kopling agar kembali normal.
.jpg)
.jpg)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar